Rusdy Bahalwan

Rusdy Bahalwan (lahir di Surabaya, 7 Juni 1947 – meninggal di Surabaya, 7 Agustus 2011 pada umur 64 tahun) adalah mantan pemain dan pelatih sepak bola Indonesia.

Karier
Rusdy mengawali karier sepak bolanya dari klub Assyabaab pada 1963[3] dan berposisi sebagai bek kanan. Pada 1970-1979 ia memperkuat Persebaya Surabaya dan merebut juara kompetisi Perserikatan pada 1976.Pada 1972 Rusdy dipanggil masuk tim nasional PSSI B. Setahun kemudian ia dipanggil tim Indonesia bersama empat pemain Persebaya lainnya yaitu Abdul Kadir, Waskito, Jacob Sihasale dan Budi Santoso. Mereka digembleng pelatih Djamiat Dalhar untuk persiapan terjun ke turnamen Merdeka Cup di Kuala Lumpur, Malaysia dan Anniversary Cup.Setelah gantung sepatu, Rusdy ditunjuk menjadi pelatih

Sinyo Aliandoe


Sebastian Sinyo Aliandoe (lahir di Larantuka, Flores Timur, 1 Juli 1940) adalah seorang mantan pemain dan pelatih nasional sepak bola Indonesia.
Dia terjun ke dunia pelatih pada awal tahun 70-an, setelah mengalami cedera parah, patah tulang pergelangan kakinya.
Sebagai pelatih, Sinyo lebih mengutamakan hitungan-hitungan teknis di lapangan, ketimbang menyandarkan diri dalam ungkapan keberuntungan. Dia menghitung benar, setiap kemampuan para pemain dalam proses mencetak gol. Sinyo dikenal memiliki kemampuan

Anjas Asmara


Anjas Asmara merupakan salah satu pemain sepak bola timnas Indonesia yang hampir mengantarkan Indonesia ke Olimpiade 1976. Bersama Suaib Rizal, kegagalan tendangan penaltinya ke gawang Korea Utara yang dijaga oleh Jin-In Chol pada final Pra Olimpiade di Stadion Senayan, Jakarta, membuyarkan impian Indonesia tampil di Olimpiade